The Dream Team Kesebelasan Saham

Sungguh menarik mengamati kengototan Wesley Sneijder (Belanda) dalam membobol gawang lawan, kegigihan Villa dan Puyol (Spanyol), terobosan Klose (Jerman), kepiawaian dan kerja sama antara Lionell Messi dengan Carlos Tevez (Argentina), serta kepemimpinan Kaka (Brasil)  dalam putaran final Piala Dunia 2010, yang hingga artikel ini dituliskan, masih berlangsung dalam babak penentuan akhir. Ketika constraint dari sebuah permainan sepak bola adalah membobol gawang lawan sedemikian rupa namun tetap memperhatikan pertahanan sendiri dalam bentuk kerja sama yang saling kait-mengkait satu sama lain, mungkin menarik juga untuk menggunakan analogi team work kesebelasan dalam me-review pergerakan spektral pergerakan saham-saham di Bursa Efek Indonesia.

Penampilan pemain-pemain kelas dunia di Piala Dunia 2010 sungguh menunjukkan bahwa sepak bola menyimpan kompleksitas yang tinggi. Misalnya, siapa yang menyangka bahwa tim nasional Perancis menjadi juru kunci pada grupnya di babak awal. Pengamat sering menggunakan pemeo “bola itu bundar” (meski bola Jabulani ditenggarai tidak 100% bundar) sebagai apologi atas rumitnya sistem persepakbolaan. Skill individu saja tak cukup. Faktor-faktor seperti leadership kapten kesebelasan, arahan dari coach, kerja sama tim, dan kondisi emosional dari pemain saling mengkait satu sama lain untuk memunculkan performa suatu kesebelasan di lapangan hijau.

Demikian juga dengan pasar modal. Pergerakan satu saham dapat memberikan pengaruh terhadap pergerakan saham lain. Mengamati pergerakan satu saham saja di pasar modal, baik secara chart historis maupun fundamental saja terasa kurang. Adalah kekeliruan jika kita memandang pergerakan saham-saham di lantai bursa sebagai bentuk dinamika yang mutually exclusive, karena investor senantiasa mengambil keputusan dan melakukan observasi pasar modal dalam kacamata portofolio, atau dengan kata lain pergerakan beberapa saham sekaligus, termasuk indeks komposit yang sering menjadi parameter dari performa pasar. Diperlukan suatu metodologi yang dapat secara umum menangkap pergerakan harga secara spektral dalam me-review pasar modal.

Hal ini dimungkinkan melalui pendekatan ekonofisika, yaitu upaya untuk melihat pergerakan dinamika pasar dengan menggunakan mekanika statistika termutakhir. Sama seperti di lapangan hijau, secara makro, pergerakan saham-saham pada dasarnya memiliki pola kait-mengkait dalam tren naik turun masing-masing saham di lantai bursa.

Salah satu pendekatan yang kerap digunakan dalam melihat dinamika data secara spektral adalah dengan menggunakan pohon ultrametrik keuangan. Ringkasnya, model ini berupaya menunjukkan bagaimana satu saham saling berkorelasi satu-sama lain dalam interaksi yang kompleks secara spektral. Melalui data historis semenjak 2006 hingga awal Juli 2010, saat perhelatan besar putaran final Piala Dunia 2010 dilaksanakan di Afrika Selatan, kita dapat mengkonstruksi pola kait-mengkait antara pergerakan harga-harga saham.

Dari spektrum keterhubungan saham-saham tersebut, kita dapat mencoba mewarnai hingar-bingar Piala Dunia 2010 dengan saham-saham yang menarik untuk diperhatikan dalam dinamika pasar keuangan nasional. Kita memiliki saham yang menjadi kekuatan sentral dalam pergerakannya dalam beberapa bulan belakangan ini yaitu saham PTBA dan BMRI yang juga memiliki likuiditas yang relatif tinggi. Dua saham ini dapat menjadi dua saham yang menjadi ujung tombak pergerakan saham-saham lainnya di pasar modal secara umum. Memperhatikan dinamika harga saham PTBA yang memiliki pola yang sangat sentral, mungkin PTBA bisa kita nobatkan sebagai kapten kesebelasan ini.

Di gelandang serang tengah, kita menempatkan saham-saham KIJA, ADHI, SMCB, dan INDF dalam formasi menyerang 4-4-2. Keempat saham ini memiliki peran sentral dalam pergerakan saham-saham lainnya secara parsial dalam pola keterhubungan saham-saham yang diperdagangkan di BEI. Banyak saham-saham yang memiliki keterkaitan tinggi pergerakan harga sahamnya dengan keempat saham ini untuk berbagai sektor. “Kerja sama” dan “kreativitas” pergerakan keempat saham ini menjadi penopang atas dinamika pasar secara umum.

Di lapis bawah, kita memiliki empat saham seperti BNGA, LSIP, UNSP, dan ELTY. Keempat saham ini pantas untuk ditempatkan dalam gelandang defensif the dream team kita ini. Pergerakan BNGA yang mungkin juga saling menggantikan dengan saham BBRI yang mirip pola keterhubungannya di dalam cluster saham-saham yang didominasi saham dari sektor keuangan. Jika kita perhatikan saham-saham LSIP, UNSP, dan ELTY merupakan saham yang membentuk “rantai keterhubungan” saham-saham yang diperdagangkan. Mungkin tidak berlebihan jika kita mengandaikan bahwa dinamika ketiga saham ini  memiliki peran yang penting dalam “pertahanan” pergerakan pasar modal secara umum.

Di baris terakhir pertahanan the dream team ini, kita dapat menempatkan penjaga gawang saham ASII yang juga dapat digantikan dengan saham yang mirip posisinya dalam pohon keuangan kita, yaitu saham UNTR. Saham-saham ini bisa diibaratkan mesti memiliki kemampuan bak Fernando Muslera yang secara dramatis menyelamatkan gawang kesebelasan Uruguay mulai dari pertandingan hingga adu penalti ketika menaklukkan kesebelasan Ghana di di perempat final yang lalu.  Berdasar observasi atas pergerakan saham-saham di BEI dan fluktuasi serta fundamentalnya dalam beberapa bulan terakhir, dua saham ini layak ditempatkan dalam posisi yang menentukan sebagai penjaga gawang.

Jika kita ibaratkan kesebelas saham ini (termasuk alternatif yang disebutkan, katakanlah sebagai pemain di bangku cadangan) sebagai satu kesebelasan yang memberi corak pergerakan saham secara umum di pasar modal, kita dapat melihat bahwa performa “tim kesebelasan” ini merupakan gambaran spektral dari pasar modal kita di tanah air.

Dari sini, kita telah memiliki “satu kesebelasan” the dream team atas pergerakan harga saham-saham di pasar modal tanah air. Hal ini tentu bisa mewarnai kenikmatan kita menyaksikan aksi-aksi lapangan yang indah di lapangan hijau dalam pesta sepak bola dunia 2010. Gambaran yang menunjukkan betapa kompleksitas yang ada dalam setiap permainan sepak bola dan bagaimana hal yang serupa juga terjadi dalam review kita atas pasar modal, tak lebih dan tak kurang merupakan tujuan dari diskusi kita ini. Mari menikmati proses dan hasil putaran final Piala Dunia 2010 sembari tetap mengumbar optimisme atas iklim investasi dan pasar modal di tanah air…

Hokky S. (BFI) & Roy Sembel (Chairman Capital Price & Guru Besar FE UKI)
dimuat di Harian KONTAN edisi 12 Juli 2010

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: