Sumpah Pemuda 2010 di TwitLand

Semenjak tanggal 20 Oktober 2010, Fahira Idris, seorang superstar twitter Indonesia dan beberapa rekanannya meng-inisiasi sebuah jajak pendapat asosiasi bebas kepada follower-nya yang lebih dari 16000 akun twitter. Dengan menggunakan hashtag #28OktPoll, ia menanyakan kepada follower-nya, bagaimana kira-kira opini bebas mereka terhadap peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2010. Sebagai sebuah media sosial yang memang sedang sangat bertumbuh di Indonesia, animo pengguna twitter nasional cukup tinggi, ditambah agresifitas Fahira Idris sendiri yang menjemput bola, bertanya kepada banyak orang yang juga superstar twitter lain untuk memberikan jawaban bagaimana tanggapan mereka terhadap peringatan Sumpah Pemuda.

Sumpah Pemuda (atau dalam bahasa orisinilnya, Ikrar Pemuda) 28 Oktober 1928, merupakan sebuah tonggak penting dalam perlawanan bangsa Indonesia terhadap kolonialisme Belanda pada masa itu yang sudah lebih dari 3,5 abad. Sumpah Pemuda ini penting dalam sejarah Indonesia, karena pada peristiwa tersebut-lah kawula muda Indonesia dari berbagai penjuru geografi berkumpul dan mengikrarkan kebersamaan yang “membentuk” satu bangsa baru, bernama Indonesia, dengan lanskap geografi, tanah air Indonesia, di mana penduduknya berbahasa satu, bahasa Indonesia. Mengingat diversitas penduduk Indonesia, peristiwa ini menjadi sangat penting, karena di sinilah untuk pertama kali deklarasi perjuangan menuju kemerdekaan sebagai sebangsa dan setanah air dikumandangkan pertama kali.

Delapan puluh dua tahun kemudian, setelah enam puluh lima tahun proklamasi kemerdekaan, hal ini dicoba dikaji lagi. Bagaimana secara kolektif pengguna twitter kira-kira memaknai peristiwa Sumpah Pemuda 1928. Dari archiving atas hashtag #28OktPoll diperoleh lebih dari 1000 posting ke twitter. Kajian singkat ini coba merefleksikan jajak pendapat ini.

Dalam analisis ini kita menggunakan pemodelan tekstual dengan meilihat satu posting tweet sebagai kumpulan konsep yang punya kaitan erat satu sama lain. Ketika satu konsep penting berulang-ulang muncul di posting twit oleh pengguna twitter lain, maka terdapat konsekuensi adanya korelasi yang relatif tinggi antara kedua (atau lebih) posting tweet tersebut. Dalam analisis ini, kita memperhitungkan retweet (RT) oleh user yang berbeda. Dalam hal ini, kita bersandar pada asumsi bahwa aktivitas ReTweet menunjukkan konfirmasi persetujuan atas isi twit yang di-retweet. Fahira Idris sendiri me-retweet secara selektif banyak twit dengan hashtag ini yang jelas menambah pembobotan atas twit yang dimaksud.

Dalam analsis kompleks jejaring semantik ini verteks adalah konsep yang direpresentasi dengan kata atau frasa tertentu dalam satu posting tweet. Dua konsep dikatakan berhubungan, ketika muncul dalam satu posting tweet. Dari sekian banyak twit yang masuk, kita pilih beberapa konsep yang kira-kira direpresentasikan dalam populasi twit yang ada tersebut, dan secara topologis, kita peroleh pola keterkaitan sebagai berikut untuk 70-an konsep terpenting dalam kalkulasi yang dilakukan.

Untuk melihat bagaimana satu konsep menjadi penting dalam populasi twit tersebut, kita gunakan metode pengukuran sentralitas antara konsep-konsep yang ada dengan menggunakan teknologi algoritmis yang mirip seperti digunakan dalam PageRank Algorithm dalam world wide web oleh mesin pencari terkenal dan tercepat sedunia, Google. Hasilnya, kita dapat melihat seperti dalam tabel ini.

Secara unik, terlihat konsep-konsep asali (terkait isu Sumpah Pemuda) dan beberapa konsep ikhwal aktual dari twit hampir ribuan pengguna twitter dalam hashtag #28OktPoll.  Konsep-konsep dasar sebagaimana diketahui umum tentunya adalah tentang bangsa, tanah air, bahasa, kepemudaan,perbedaan, persatuan, dan ke-Indonesia-an. Yang menarik adalah tentunya ketika refleksi Sumpah Pemuda 2010 memunculkan konsepsi aktual yang tak ada sebelumnya pada peristiwa awal Sumpah Pemuda 1928.

Sebagai contoh adalah, adanya keprihatinan terkait “Agama” ,“Perdamaian”, dan peralihan “Generasi”  sosial politik di Indonesia. Yang tertarik, tentu dapat melakukan search di http://search.twitter.com untuk melihat lebih lanjut data-data yang secara populatif ditunjukkan dalam diskusi ini.

Dari sini ditunjukkan secara kualitatif, bahwa dalam populasi twit yang disampaikan, isu kesatuan tanah air, sebangsa, dan sebahasa sebagaimana di-refleksikan oleh Sumpah Pemuda 1928, menjadi cerminan  penting ketika terjadi perseteruan yang besar terkait konflik agama dan ketegangan identitas sosial yang terjadi pada paruh kedua tahun ini di tanah air. Yang jelas, kohesivitas rasa kebangsaan setelah 82 tahun sejak ikrar pemuda tersebut dikumandangkan masih kuat terasa sekarang ini dari twit-twit yang di-posting oleh partisipan dalam  media sosial ini. Ada muncul tantangan yang “menggangu” memang, terkait identitas sosial agama, namun harapan masih kuat, sebagai satu bangsa yang se-tanah air, dan se-bahasa, Indonesia.

Referensi:

Situngkir, H. (2007). “Model Jaringan dalam Analisis Media : Peluang Eksploitasi Studi Kultural Pada Sifat Skala Topografi Tekstual”. BFI Working Paper Series WPQ2007. Bandung Fe Institute.

Situngkir, H. (2007). SemanticGraphAnalysis Computational ToolBox, Bandung Fe Institute © 2007

  1. Salut. Ini upaya analisis yang keren! Kalau mesinnya mampu, saya usul untuk melakukan juga uji konkordansi, yaitu mencari kata lain apa yang sering dikaitkan dengan konsep-konsep teratas. Duh, korpus memang selalu membangkitkan gairahku.

      • hokkys
      • Oktober 28th, 2010

      ..korpus memang selalu menarik! …untuk uji konkordansi kita mungkin gak perlu repot menggunakan PageRank ya, mungkin yang paling bersesuaian adalah model probabilistik Bayesian, atau bisa kita pilih dari koleksi centrality measures yang lain.

      Theoretically speaking, mestinya lebih mudah, bahkan mungkin bisa dibikin automated mencari dokumen apapun secara online… ah ya, korpus selalu membuat bergairah…😀 …apalagi jika ia kapabel untuk updating (to be seemingly) in continuous order…

      Masa depan psiko-sosio-linguistik sangat menantang dengan twitter..

  1. Oktober 31st, 2010
    Trackback from : #savejkt? « KopiSantan
  2. Juni 23rd, 2011
  3. Juni 23rd, 2011
  4. November 29th, 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: