Final AFF di Twitter!

Sepertinya “keramaian” di Twitter terkait putaran final AFF antara kesebelasan Indonesia vs Malaysia lebih dulu daripada di darat! Semenjak tanggal 20 Desember 2010, Twitter telah diramaikan oleh hampir 10.000 twit terkait pertarungan akbar yang seru ini, melalui hashtag #timnas, #GarudaDiDadaku, #InavsMal, #NurdinTurun, dan #PSSI, kita coba untuk melihat bagaimana kait-mengkait antara satu konsep dengan konsep lain sebagaimana ditunjukkan oleh masing-masing twit dari para tweeps di twitland.

Keterhubungan Konsep Semantis terkait Final AFF di Twitter

Terdapat 815 konsep yang kita pilih yang terkategori kata benda (noun) dalam hampir 10.000 twit yang dikirimkan secara spontan oleh para pengguna Twitter di seluruh dunia. Dalam analsis kompleks jejaring semantik ini verteks adalah konsep yang direpresentasi dengan kata atau frasa tertentu dalam satu posting tweet. Dua konsep dikatakan berhubungan, ketika muncul dalam satu posting tweet. Lebih jauh, dalam pemodelan jejaring semantik ini, kita meilihat satu posting tweet sebagai kumpulan konsep yang punya kaitan erat satu sama lain. Ketika satu konsep penting berulang-ulang muncul di posting twit oleh pengguna twitter lain, maka terdapat konsekuensi adanya korelasi yang relatif tinggi antara kedua (atau lebih) posting tweet tersebut. Dalam analisis ini, kita memperhitungkan retweet (RT) oleh user yang berbeda. Dalam hal ini, kita bersandar pada asumsi bahwa aktivitas ReTweet menunjukkan konfirmasi persetujuan atas isi twit yang di-retweet.

Untuk melihat bagaimana satu konsep menjadi penting dalam populasi twit tersebut, kita gunakan metode pengukuran sentralitas antara konsep-konsep yang ada dengan menggunakan teknologi algoritmis yang mirip seperti digunakan dalam PageRank Algorithm dalam world wide web oleh mesin pencari terkenal dan tercepat sedunia, Google. Hasilnya, kita dapat melihat seperti dalam tabel ini.

Sungguh menarik melihat konsep-konsep terpenting yang muncul dari twit yang terkumpul jelang seminggu sebelum pertandingan seru ini. Konsentrasi user dalam posting twit mereka tentunya adalah PSSI, dan konsep “Indonesia” & “Malaysia” menjadi konsep tertinggi dalam sentralitas dari semua twit yang ada. Semangat yang ada dikaitkan dengan konsep “Garuda”, sesuai dengan lagu supporter Indonesia, “Garuda di dadaku!” yang sangat terkenal. Yang menarik tentunya adalah pemandangan global dari twit ini menunjukkan tingginya perhatian tweeps terhadap”Nurdin Halid” yang merupakan ketua umum dari Persatuan Sepakbola Indonesia saat ini. Kebanyakan dari twit berisikan kritik pedas terhadap beliau atas manajemen persepakbolaan nasional belakangan ini. Yang menarik, tweeps sangat apresiatif terhadap “Riedl”, yang merupakan pelatih timnas Indonesia, yang berhasil membawa kesebelasan Indonesia melaju ke babak final AFF 2010 ini.

Nama pemain seperti “Gonzales”, “Markus” juga muncul di 30 konsep terpenting yang dikalkulasi. Namun menarik juga memperhatikan adanya isu-isu politik yang muncul dari korpus twit ini, seperti “bakrie”, “politik”, “rakyat”, “negara”, “korupsi”. Hal ini sedikit banyak merefleksikan bagaimana publik twitland memandang tingginya aroma politis di dalam manajemen persepakbolaan di tanah air saat ini.Konsep “kaos”, misalnya menduduki jajaran penting di 30 konsep terpenting mengingat adanya polemik politik dan hukum terkait penggunaan logo negara “Garuda” di kaos Timnas oleh beberapa pihak pada pekan-pekan sebelumnya.

Isu budaya pun semarak melalui pertarungan tim Indonesia melawan Malaysia ini. Konsep “batik” juga menduduki jajaran akumulasi konsep yang terpenting. Hal ini bisa dikaitkan dengan adanya ajakan mengenakan batik saat menonton pertandingan final ini pada beberapa minggu sebelumnya. Hal ini tentu tak bisa dilepaskan dengan banyaknya kasus “klaim” elemen budaya Indonesia oleh beberapa pihak di negara jiran, Malaysia.

Twitland adalah sebuah substrat di mana informasi, ekspresi, dan opini tak kuasa untuk disumbat. Dan dari ulasan singkat ini, dengan menarik kita dapat melihat bagaimana satu pertandingan sepak bola, ternyata menyentuh banyak aspek yang urgent untuk segera dibereskan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.

Informasi Metodologis Lebih Lanjut:

  1. Situngkir, H. (2007). “Model Jaringan dalam Analisis Media : Peluang Eksploitasi Studi Kultural Pada Sifat Skala Topografi Tekstual”. BFI Working Paper Series WPQ2007. Bandung Fe Institute.
  2. Situngkir, H. (2007). SemanticGraphAnalysis Computational ToolBox, Bandung Fe Institute © 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: