Emosi dalam Lirik Lagu Penyanyi Pop Kita

Ada emosi dalam tiap kata yang kita gunakan. Ia menggambarkan rasa senang, sedih, gairah, atau melankoli saat kita meng-ekspresi-kan apa yang ada dalam pikiran dan perasaan kita secara verbal. Penelitian terkait ekspresi emosional dalam kata telah memungkinkan kita untuk melihat bagaimana kata-kata yang ter-ekspresi dalam lagu populer kita merepresentasikan emosi yang dipengaruhi dan juga mempengaruhi suasana hati zaman. Obyek populer dan industrial di dunia modern tentu lahir dari lanskap kehidupan sosial, yang pada gilirannya juga memberikan pengaruh akan situasi sosial di masa tersebut dalam bentuk umpan-balik positif. Menarik melihat blantika musika populer kita dari sisi representasi ekspresi emosional ini. Adakah kita makin bahagia sebagaimana direpresentasikan lagu-lagu populer kita?

Kajian-kajian psikologi emosi mendapati bahwa emosi manusia pada dasarnya dapat ditelaah melalui dua dimensi: valensi (katakanlah α) dan intensitas ekspresi (katakanlah β) juga seolah kontinu nilainya. Ekspresi emosi kita cenderung menjelajahi lanskap yang koordinatnya ditentukan atas dua variabel ini. Saat valensi emosional itu netral  tapi sangat tinggi intensitasnya, yang muncul adalah ekspresi kaget, dan valensi yang netral dengan intensitas yang rendah ter-ekspresikan dalam nuansa fisiologis mengantuk, ingin sekali tidur.

Jadi, rasa riang bisa jadi adalah paduan antara “kekagetan” dengan “rasa senang”, dan amarah bisa jadi bentuk paduan antara “kekagetan” dengan “rasa sedih”. Kita sadar, bahwa emosi tak pernah datang secara tunggal. Emosi yang kita ekspresikan selalu berbentuk paduan antara emosi yang satu dengan yang lain. Psikolog evolusioner dan ilmuwan neurosains berupaya keras untuk mengetahui apa yang jadi emosi dasar, dan kemudian membikin berbagai formalisasi bagaimana kira-kira ekspresi emosional tatkala emosi-emosi dasar ini berpadu-padan.

Satu kata yang dipilihkan dalam sebuah korpus tekstual, apalagi sebuah korpus estetis seperti lirik lagu, tentunya memiliki level-level valensi kesenangan dan intensitas gairah yang berbeda-beda. Dan flow sebuah lagu sebagaimana ditunjukkan dalam liriknya akan dapat menggambarkan “perjalananan” atau “pathways” dari emosionalitas seniman tatkala lagu dinyanyikan dengan penghayatan yang tepat.  Dengan sebuah perangkat komputasi “Detektor Emosi Teks”, kita dapat melihat perjalanan emosional satu lagu yang beriringan dengan acuan emosional dari kata-kata di dalam lagu tersebut. Lagu “Dibalas dengan Dusta” menggunakan kata-kata yang cenderung kental dengan rasa sedih dengan kecenderugan level gairah yang realtif rendah saat dinyanyikan oleh Audy. Tentu saja, hal ini sesuai dengan tema yang dibawakan oleh lagu tersebut.

Tiap lagu pada akhirnya menunjukkan dinamika emosi yang rata-rata koefisien-koefisien perasaan hatinya diharapkan dapat memberikan sejauh mana sebuah lagu dipenuhi oleh metafora-metafora yang memberikan ekspresi rasa senang dan seberapa besar gairah hendak ditunjukkan secara umum dari masing-masing lagu. Dari lagu-lagu terbaik (Majalah Rolling Stone, 2009) dan lagu-lagu terpopuler yang dipilih oleh pemirsa televisi pada event SCTV Music Awards (2007-2010) kita peroleh dinamika ekspresi emosi rata-rata sebagaimana tercermin dalam lagu-lagu pop tersebut.

Fakta menarik tentunya adalah, dari sisi valensi rasa senang, secara umum, lagu-lagu pop zaman sekarang cenderung menggunakan metafora yang bernuansa emosi lebih positif dibandingkan lagu-lagu pada beberapa dekade sebelumnya. Namun lebih jauh, lagu-lagu terpopuler tersebut cenderung menggunakan kata-kata yang relatif makin rendah gairah emosionalnya. Lagu-lagu zaman sekarang cenderung makin mendayu-dayu, meski meng-ekspresi-kan rasa senang dan bahagia. Ini tentu merupakan fakta menarik atas lagu-lagu populer kita.

Lebih lanjut, jika masing-masing penyanyi kita kumpulkan lirik lagu mereka dan kita analisis emosionalitas pilihan kata dalam lirik-lirik lagu tersebut, kita mendapati secara rata-rata gambaran yang menarik, mana artis yang paling sering menggunakan ekspresi rasa senang/sedih dan ekspresi gairah dan mendayu-dayu dalam lirik lagu-lagu mereka. Hal ini digambarkan pada gambar di bawah ini…

Dari sampel lirik-lirik penyanyi pop Indonesia, kita mendapati bahwa Ruth Sahanaya merupakan penyanyi yang liriknya sangat melankolis dan sering menggunakan metafora terkait perasaan sedihnya, diikuti penyanyi seperti Audy, Kris Dayanti, dan beberapa grup band yang paling sering gunakan kata-kata bernuansa hati sedih seperti grup band Ada Band, D’Massive, dan Padi. Sementara lagu-lagu yang relatif lebih sering menggunakan kata-kata bernuansa senang adalah band Slank dan Wali, serta penyanyi Gita Gutawa dan Rossa.

Meskipun tampilkan rasa sedih dan pilu hati, Melly Goeslaw dan Rhoma Irama cenderung menggunakan kata-kata yang membangkitkan gairah dan semangat, yang juga ditemukan pada lirik-lirik lagu legenda musik pop Iwan Fals dan Ebiet G. Ade.

Coba kita bandingkan misalnya lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Ruth Sahanaya, yang sarat kata-kata bernuansa rasa sedih dalam lirik-liriknya dengan grup band Slank kata-kata dalam liriknya lebih gembira sekaligus pula penuh nuansa rasa gairah dalam awan teks berikut ini…

Dalam awan kata-kata tersebut, makin sering sebuah kata digunakan dalam lirik-liriknya, digambarkan dengan kata yang lebih besar fontasenya. Menarik, Slank relatif jarang menggunakan kata-kata bernuansa melodramatis seperti kata “cinta”, “pergi”, “kembali”, sebagaimana Ruth Sahanaya. Kata-kata yang dominan dalam lirik-lirik lagu Slank adalah kata-kata seperti “nggak”, “mereka”, jangan”, “bebas” , dan sebagainya yang lebih cenderung merepresentasikan gairah.

Lanskap emosionalitas ini menarik untuk menampilkan bagaimana satu penyanyi ternyata menunjukkan representasi emosionalitas yang berbeda-beda dan menjadi bagian dari karakter yang ditampilkan oleh penyanyi yang bersangkutan. Dan sedikit banyak, demikian pulalah kenyataan yang terepresentasikan dari penikmat musik populer di tanah air.

Kepustakaan:
Situngkir, H. (2011). “Lanskap Ekspresi Leksikal berasosiasi Emosi“. BFI Working Paper Series WP-1-2011. Bandung Fe Institute.

  1. It is about us to choose between these apps and choose which one to
    acquire and download. Google Voice is among the easiest services to use for i –
    Phone call recording and free. In both cases, you should change
    your IP to get into these blocked sites.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: