Mampukah Ekonofisika memperbaiki Ekonomi Indonesia saat ini?

Dalam beberapa seminar tentang pengenalan ekonofisika di berbagai daerah di tanah air, pertanyaan ini seringkali dikumandangkan. Apa sumbangan yang dapat dikontribusikan oleh ekonofisika dalam memperbaiki situasi perekonomian nasional kita saat ini yang terjebak hutang, terhimpit ekonomi dunia yang tengah didera krisis energi sehingga melambungkan harga BBM (bahan bakar minyak), tingginya tingkat pengangguran, ekonomi yang cenderung high cost dan tidak efisien oleh karena meluasnya praktik korupsi, dan berbagai permasalahan ekonomi di Indonesia.

Beberapa anggapan publik ketika melihat berbagai makalah ekonofisika dalam jurnal ilmiah ataupun research working papers dalam bidang ini seringkali menganggap ekonofisika adalah sebuah pekerjaan yang sekadar menggunakan model-model fisika dalam membahas berbagai fenomena ekonomi. Ada pula yang sering membandingkan langsung antara ekonofisika dengan ekonometri dan tak jarang yang menganggap bahwa ekonofisika hanyalah upaya kuantifikasi permasalahan ekonomi yang disinyalir memperumit masalah ekonomi yang berujung pada rendahnya kontribusinya bagi penyelesaian permasalahan yang ada. Hal-hal tersebut adalah pandangan sepintas tentang ekonofisika yang melalui penelaahan mendalam tentang ekonofisika menjadi kurang tepat.

Saat ini semua orang dapat berbicara atau sekadar memahami teori relativitas Einstein tanpa perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang pendekatan matematik yang rumit yang menelurkan teori besar ini. Mereka yang pernah mempelajari teori Einstein ini secara komprehensif tentu menyadari bahwa esensi dan prinsip dasar dari teori ini tersembunyi dalam rimba matematika yang cukup advanced – bahkan pada masa awal teori ini terdapat joke dari Albert Einstein yang mengatakan bahwa ia sendiri terkadang kurang paham dengan teori relativitas yang menjadi mahakarya-nya.

Pada dasarnya hal serupa juga terjadi pada ekonofisika. Secara sederhana, ekonofisika dapat dipandang sebagai sebuah bidang penelitian interdisipliner yang mengaplikasikan berbagai teori dan metodologi yang pada awalnya dikembangkan dalam lingkungan ilmiah fisika dalam memecahkan berbagai persoalan dalam ekonomi. Pendekatan yang sering digunakan adalah pendekatan elemen stokastik dan dinamika non-linier, misalnya model-model magnetisasi dalam memahami gerak fluktuasi pasar modal, model-model prediksi gempa bumi dalam memahami ambruknya pasar modal, model transisi fasa dalam memahami sifat distribusi yang tak normal seperti halnya distribusi pendapatan, dan sebagainya.

Mengapa ekonofisika memiliki arti pentig dalam perkembangan analisis ekonomi? Setidaknya terdapat dua hal untuk menjawab pertanyaan ini. Yang pertama, dalam perkembangan kontemporer fisika, pengembangan model matematika tentang kompleksitas oleh fisikawan penerima Nobel, Murray Gell-Mann dan dan teori informasi yang dikembangkan Claude Shannon telah memberikan pembagian minimal dua level deskripsi analitik level makro dan level mikro. Berbagai indikator terukur dalam fisika seperti suhu, tekanan, fasa zat, dan sebagainya merupakan makrokosmos yang muncul secara tak linier dari interaksi mikrokosmos seperti halnya atom, molekul, dan sebagainya. Observasi, simulasi, dan kalkulasi fisika harus memuaskan kedua hal ini, dan meski tak mudah, telah ditemui banyak sekali terobosan-terobosan ilmu fisika yang berupaya memberikan kontribusi untuk permasalahan ini.

Sekarang coba kita lihat fenomena ekonomi. Ekonom terbiasa melihat indikator ekonomi seperti indeks saham-saham, laju pertumbuhan tenaga kerja, pergerakan harga-harga komoditas mulai dari pasar global hingga pasar tradisional, inflasi, pendapatan rata-rata penduduk, tak ubahnya fisikawan klasik memandang besaran fisika seperti temperatur, tekanan gas, dan sebagainya. Pembagian makro dan mikrokosmos yang saling bertautan – meski tak linier – jarang menjadi fokus perhatian. Jelas sekali, pergerakan harga ataupun berbagai besaran ekonomi apapun merupakan hasil interaksi mikrokosmik antar manusia. Segala besaran yang menjadi indikator ekonomi dan sosial berasal dari bagaimana satu individu memandang masalah, memilih pilihan yang menguntungkannya secara terbatas, dan seterusnya.

Dalam hal ini dan analisis berikutnya, ekonofisika memberikan kontribusi bagaimana  memandang sistem agregat dan mikrostruktur secara komprehensif – sebuah medan yang sering terlupakan pada ekonomi konvensional maupun financial engineering sebelumnya. Meski tentu ada satu masalah besar, jika analisis fisika menerangkan hubungan mikro-makrokosmos ini dengan hal elementernya adalah atom atau molekul, maka ekonomi harus berurusan dengan manusia sebagai agen elementernya. Di sini, bagaimana manusia mengakuisisi informasi jelas jauh lebih rumit daripada partikel atau molekul yang memiliki derajat kebebasan yang relatif sangat terbatas. Namun setidaknya, di sini ekonomi menjadi bergerak selangkah lebih maju. Ekonomi konvensional biasanya berkutat dengan angka-angka indikator agregat jika tidak berkutat dengan pendekatan kualitatif tak terukur yang berusaha menghubungkan faktor psikologis manusia dengan kondisi ekonomi secara global. Dalam ekonofisika, hal ini coba dijembatani melalui pendekatan yang oleh karena pola terukurnya dan sifat metodenya yang peka terhadap dinamika tak linier menjadikan analisis yang lebih akurat dan berbagai kebijakan dapat bersandar padanya secara terukur.

Hal kedua yang menjadikan ekonofisika memberikan kontribusinya pada ekonomi adalah bahwa model-model yang secara matematis rumit ini pada bidang aslinya, fisika, miskin dengan data. Seringkali satu eksperimen fisika harus menunggu waktu bertahun-tahun untuk dapat menghasilkan data yang cukup layak untuk menguji berbagai teori dan metodologi. Hal ini berlawanan dengan situasi pada sistem ekonomi. Dalam sistem ekonomi, khususnya ekonomi keuangan dan investasi, dalam tiap detik dapat terjadi ratusan bahkan ribuan transaksi yang menyimpan data. Data-data yang sedemikian banyak jumlahnya ini seringkali kurang diperhatikan oleh karena sedikitnya perangkat metodologi ekonomi keuangan klasik untuk mengekstrak informasi di dalamnya. Pendekatan ekonofisika jelas mengatasi hal ini. Pendekatan ekonofisika menyediakan seribu satu macam metodologi untuk mengekstrak informasi yang terkandung dalam data-data ekonomi atau keuangan tersebut. Dengan memahami seluas mungkin ekstraksi informasi yang terkandung di dalam data, maka berbagai kebijakan ekonomi yang bersandar padanya tentu akan lebih dapat dipertanggungjawabkan.

Kedua alasan inilah yang menjadi titik tolak kita dalam melihat, seberapa jauh ekonofisika dapat memberikan kontribusinya pada perekonomian nasional kita saat ini. Kita mengetahui bahwa solusi dan permasalahan ekonomi konvensional seringkali kurang memperhatikan kondisi mikro-makrokosmos sebagaimana diterangkan di atas – atau jikapun ia memperhatikan level mikro-makro-nya, pendekatannya akan cenderung kualitatif sehingga cenderung kurang terukur dan sulit untuk diverifikasi yang berujung pada perdebatan yang berkenaan dengan ideologi ekonomi klasik. Menurut ekonom Australia penulis buku best-seller internasional Debunking Economics (1997) – yang berusaha menyingkap berbagai teori ekonomi konvensional yang justru seringkali menjadi landasan resep IMF dan World Bank dalam mengatasi problem ekonomi berbagai negara pasca krisis – Steve Keen, ini merupakan entri poin penting mengapa ekonofisika memberikan arti penting dalam ekonomi, lebih khusus lagi, dalam penyusunan kebijakan ekonomi nasional sebuah negara.

Jika ekonofisika sebagai sebuah perangkat sains dan teknologi dapat memberikan penajaman dalam memandang berbagai permasalahan ekonomi dan riset ekonofisika dapat memberikan analisis yang lebih baik dalam mengasah kebijakan ekonomi yang lebih komprehensif tanpa terpaku pada berbagai teori dan ideologi ekonomi tradisional, maka peluang ekonofisika dalam mengatasi permasalahan ekonomi di negeri kita tentu menjadi semakin besar. Harga yang mesti dibayar melalui penyusunan kebijakan dan analisis melalui ekonofisika memang agak mahal, yakni penggunaan berbagai metodologi non-linier yang cenderung lebih rumit secara matematis. Namun harga ini menjadi pantas, sebab hasil pendekatan ini adalah kebijakan ekonomi dan keuangan yang lebih komprehensif, yang alhasil memperbaiki keadaan ekonomi kita saat ini. Mengingat permasalahan ekonomi kita yang memang telah cukup kronis dan bahwa pendekatan konvensional memang bahkan secara teoretis sulit untuk memberikan solusi yang komprehensif, tak ada salahnya jika peluang ekonofisika sebagai solusi alternatif menjadi semakin luas.  Jika kita sekadar bertumpu pada pendekatan ekonomi konvensional hal ini menjadi seolah magis, the magic of advanced physics and mathematics. Kita mungkin jadi teringat ungkapan novelis non-fiksi kenamaan, Arthur C. Clarke, …all sufficiently advanced science & technology is indistinguishable from magic

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: