Archive for the ‘ BUDAYA ’ Category

Ramainya Pilpres 2014 di Twitter

capres1

Mungkin inilah saat pertama ketika percaturan politik kita sangat didominasi peran media sosial. Mungkin, saat ini pulalah jutaan akun media sosial menjadi sangat politis. Ketika panggung politik terbelah dalam dua arus kelompok elit politik menjadi kubu Jokowi-JK dan kubu Prabowo-Hatta, “specimen” media sosial pun “terbelah” dalam dua aras percakapan politis. Pesta demokrasi menjadi sangat media sosial, dan media sosial pun merayakan demokrasi pemilihan umum. Baca lebih lanjut

Iklan

Pemilu 2014, pemilu paling “SocMed” (?)

Kemajuan teknologi informasi selalu mendorong terjadinya perubahan dalam dunia politik. Demikianlah yang terjadi, mulai dari ketika layar televisi menjadi panggung politik di era 60-an, sampai era media sosial dan internet seperti saat ini. Politik bukan lagi sekedar perdebatan di ruang parlemen maupun kesepakatan-kesepakatan gelap di balik panggung. Saat ini politik adalah hiburan warga melalui tayangan-tayangan debat di televisi, juga bahan percakapan yang seru dan menyenangkan di media sosial.

Di tahun 1969 kita mengingat John F Kennedy sebagai politisi pertama yang mendapat berkah atas penayangan debat kandidat presiden Amerika di televisi. Dan belum lama ini, dalam pemilu Amerika 2008,  kita juga menyaksikan bagaimana Barack Obama berhasil memanfaatkan media sosial sebagai medium kampanya yang sangat efektif untuk menjangkau pemilih muda Amerika. Keduanya sama-sama muda, relatif tidak terkenal awalnya, namun sukses menggapai kekuasaan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Mereka adalah ikon dari evolusi dunia politik. Baca lebih lanjut

Wawasan Indonesia 2014


Beberapa tahun silam, Bandung Fe Institute merilis buku berjudul “Solusi untuk Indonesia“, sebuah buku yang ingin menampilkan potret hasil studi kompleksitas sosial yang dikerjakan oleh peneliti-penelitinya semenjak didirikan beberapa tahun sebelumnya. Seiring dengan bertambahnya waktu, topik studi-studi yang diemban oleh institut bertambah terus, dan implementasi dituntut. Masyarakat sendiri berkembang terus. Era reformasi adalah era dimana keterbukaan informasi menyambut dan dinamika opini berjalan menjadi sangat cepat. Kesadaran bahwa sistem sosial sebagai sistem kompleks yang perlu disikapi dalam kacamata kompleksitas pun meningkat. Begitu banyak paradoks, kontradiksi, ketaklengkapan, dan kebingungan ketika berbagai solusi dari ilmu-ilmu abad pencerahan Barat berusaha dijadikan landasan kebijakan dan kacamata memandang Indonesia. Baca lebih lanjut

Over-kompensasi sistem kompleks dan potensi munculnya kediktatoran baru!

Sistem organis sangat berbeda dengan sistem mekanik. Mobil bekas yang jarang dipakai memiliki harga jual yang lebih baik daripada yang sudah ratusan ribu kilometer dikendarai. Di sisi lain, otot atlet dan otak cendekia yang sering digunakan justru memiliki “harga jual” yang lebih baik daripada yang masih belum banyak “digunakan”.

Sistem mekanik aus dan rentan dengan kerusakan jika mendapat tekanan, benturan, gangguan saat digunakan. Sementara sistem organik seperti tubuh manusia justru makin kuat, hebat, dan kokoh saat mendapat stress, beban, dan gangguan saat “digunakan”. Inilah esensi kemampuan adaptif dari sistem kompleks.  Sebagaimana diungkap filsuf Friedrich Nietzsche yang sering dikutip, apapun yang tak membunuhnya, malah membuatnya makin kuat, kokoh, dan perkasa.

Dalam menghadapi benturan dan tekanan, sistem kompleks melakukan over-kompensasi, melipatgandakan antisipasi sistemik, bersiap untuk benturan atau tekanan lebih besar yang mungkin akan dialami berikutnya. Itulah sebabnya, berpuasa total untuk menurunkan berat badan bukanlah cara diet yang dianjurkan. Saat tubuh didera tekanan hebat dengan tiadanya makanan yang masuk, tubuh melakukan “persiapan” dengan mengurangi konsumsi energi saat beraktivitas. Baca lebih lanjut

Wawasan Indonesia 2013

Di penghujung tahun 2012 yang lalu, kantor Bandung Fe Institute (BFI) diramaikan dengan penyusunan kompilasi data melalui ilmu-ilmu kompleksitas yang diharapkan menjadi outlook yang berguna dalam menjalani tahun 2013. Pemutakhiran data-data raksasa, mulai dari data demografis ber-resolusi desa di seluruh Indonesia, hasil pemilihan PILKADA, highlight berita media massa dan social media, data budaya yang dikumpulkan partisipatif melalui www.budaya-indonesia.org, hingga data-data berupa survey online yang dijalankan oleh beberapa departemen riset di BFI. Semua data-data mutakhir tersebut lalu dimasukkan ke dalam mesin-mesin komputasional yang telah dirintis sejak hampir satu dekade yang lalu. Beberapa hasil yang menarik ditampilkan sebagai lembaran-lembaran infografis sebagai berikut…

Baca lebih lanjut

KADO yang TELAT

Setiap orang memiliki hari kelahiran. Tidak hanya kelahiran manusia yang dirayakan, merayakan hari lahirnya suatu institusi, organisasi maupun negara menjadi tradisi yang terus diulang setiap tahunnya.

Pendeknya, memperingati hari saat dimulainya kehidupan seseorang di dunia merupakan hal yang jamak, bukan hanya  saat ini tapi sejak dahulu kala. Sejak kapan? Yang pasti hal ini tentu terkait dengan masa dimana manusia mulai bisa memberikan tanda pada hari-hari dalam kehidupannya, dan menjalani kehidupan dalam siklus waktu yang tetap berdasarkan kalender atau apapun itu yang menjadi penandanya. Bayangkan saja, bagaimana mungkin mengucapkan selamat ulang tahun pada seseorang yang usianya seumur dengan pohon mangga di samping rumah? Ini seperti cerita orang-orang tua dulu yang kelahirannya ditandai dengan penanaman pohon mangga. Baca lebih lanjut

Emosi dalam Lirik Lagu Penyanyi Pop Kita

Ada emosi dalam tiap kata yang kita gunakan. Ia menggambarkan rasa senang, sedih, gairah, atau melankoli saat kita meng-ekspresi-kan apa yang ada dalam pikiran dan perasaan kita secara verbal. Penelitian terkait ekspresi emosional dalam kata telah memungkinkan kita untuk melihat bagaimana kata-kata yang ter-ekspresi dalam lagu populer kita merepresentasikan emosi yang dipengaruhi dan juga mempengaruhi suasana hati zaman. Obyek populer dan industrial di dunia modern tentu lahir dari lanskap kehidupan sosial, yang pada gilirannya juga memberikan pengaruh akan situasi sosial di masa tersebut dalam bentuk umpan-balik positif. Menarik melihat blantika musika populer kita dari sisi representasi ekspresi emosional ini. Adakah kita makin bahagia sebagaimana direpresentasikan lagu-lagu populer kita?

Baca lebih lanjut

Iklan