Posts Tagged ‘ evolusi ’

Kisah Evolusi Budaya Manusia

Dalam tubuh kita ini terdapat 500 trilyun sel yang masing-masing inti selnya menyimpan 5 milyar bit informasi. Jika kita ber-asumsi bahwa sebuah buku masing-masing terdiri dari 500 halaman, maka tubuh kita merupakan sebuah perpustakaan yang berisi sekitar satu juta jilid buku informasi genetika! Informasi-informasi ini bercerita tentang berbagai “pengetahuan” yang sebenarnya baru kita “ketahui” sekitar 2 atau 3 abad silam. Informasi dalam buku tersebut berisi pengetahuan tentang bagaimana kita mencerna makanan, bersin, tertawa, jatuh cinta, berahi, dalam bahasa biokimia. Menilik penelitian evolusi genetika, maka satu jilid buku tersebut sebenarnya bercerita tentang kehidupan organisme hidup sebelum kita selama jutaan tahun. Tubuh kita adalah perpustakaan sejarah makhluk hidup di planet bumi ini [1].

Saat teknologi modern “mempelajari” informasi yang terkandung dalam perpustakaan hidup tersebut, manusia modern juga ternyata meng-artikulasikan informasi. Gagasan, ide, pemikiran, filosofi, dan berbagai pengetahuan yang lahir dari kehidupan sosial juga terekam dalam apa yang kita ucapkan dan tulis dalam bahasa. Dan kehidupan modern menyimpan semua informasi ini dalam bentuk huruf dan tanda-tanda tekstual. Dalam dunia digital, informasi terkecil ini dipetakan dalam, misalnya, standar elementer 256 karakter ASCII (American Standard Code for Information Interchange). Hasilnya adalah milyaran buku yang ada di rak-rak buku di perpustakaan dan toko buku hingga dalam sel-sel silika hardisk kita sebagai e-book, web-page, dan berbagai format digital lain. Baca lebih lanjut

Iklan

“DNA” Batik Indonesia

Kehidupan begitu mempesona. Telur ayam tumbuh menjadi ayam dewasa. Namun kehidupan tidak hanya tumbuh, ia juga dapat berubah. Sebuah spesies dapat berkembang menjadi spesies baru. Palaeomastodon berevolusi menjadi beraneka ragam jenis gajah.

Yang mengagumkan adalah proses ini mengikuti sejumlah keteraturan. Telur ayam tidak akan tumbuh menjadi angsa. Palaeomastodon tidak berevolusi menjadi ular. Keteraturan ini melahirkan sebuah pertanyaan besar. Apa rahasia di balik proses tersebut?

Tahun 1794, Eramus Darwin melontarkan pertanyaan kontroversial, “apakah awal semua kehidupan organik adalah sebuah benang hidup yang sejenis”. 65 tahun kemudian cucunya, Charles Darwin, kembali menggunakan kata “benang” pada topik tersebut.

Argumentasi ini menguat dengan penemuan DNA. Asam inti tersebut menyimpan cetak biru perkembangan mahluk hidup. Polimer ini berbentuk seperti benang yang terpilin. Rahasia kehidupan alam tersimpan melalui “benang” yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Informasi pada “benang” tersebut menjamin telur ayam tidak akan tumbuh menjadi angsa. Kode-kode ini dapat berubah secara gradual. Ia menjamin palaeomastodon tidak akan serta-merta berevolusi menjadi ular. Baca lebih lanjut

Iklan