Posts Tagged ‘ indonesia ’

KADO yang TELAT

Setiap orang memiliki hari kelahiran. Tidak hanya kelahiran manusia yang dirayakan, merayakan hari lahirnya suatu institusi, organisasi maupun negara menjadi tradisi yang terus diulang setiap tahunnya.

Pendeknya, memperingati hari saat dimulainya kehidupan seseorang di dunia merupakan hal yang jamak, bukan hanya  saat ini tapi sejak dahulu kala. Sejak kapan? Yang pasti hal ini tentu terkait dengan masa dimana manusia mulai bisa memberikan tanda pada hari-hari dalam kehidupannya, dan menjalani kehidupan dalam siklus waktu yang tetap berdasarkan kalender atau apapun itu yang menjadi penandanya. Bayangkan saja, bagaimana mungkin mengucapkan selamat ulang tahun pada seseorang yang usianya seumur dengan pohon mangga di samping rumah? Ini seperti cerita orang-orang tua dulu yang kelahirannya ditandai dengan penanaman pohon mangga. Baca lebih lanjut

Iklan

Emosi dalam Lirik Lagu Penyanyi Pop Kita

Ada emosi dalam tiap kata yang kita gunakan. Ia menggambarkan rasa senang, sedih, gairah, atau melankoli saat kita meng-ekspresi-kan apa yang ada dalam pikiran dan perasaan kita secara verbal. Penelitian terkait ekspresi emosional dalam kata telah memungkinkan kita untuk melihat bagaimana kata-kata yang ter-ekspresi dalam lagu populer kita merepresentasikan emosi yang dipengaruhi dan juga mempengaruhi suasana hati zaman. Obyek populer dan industrial di dunia modern tentu lahir dari lanskap kehidupan sosial, yang pada gilirannya juga memberikan pengaruh akan situasi sosial di masa tersebut dalam bentuk umpan-balik positif. Menarik melihat blantika musika populer kita dari sisi representasi ekspresi emosional ini. Adakah kita makin bahagia sebagaimana direpresentasikan lagu-lagu populer kita?

Baca lebih lanjut

“The Science of Twitter”

Saat ini merupakan masa perayaan interaksi antar orang dari perjalanan panjang evolusi spesies kita di planet ini. Mungkin tak ada masa di mana orang begitu terkoneksi satu sama lain dalam hal komunikasi selain pada masa sekarang ketika hampir tiap orang terkoneksi ke sebuah penyelia jasa telekomunikasi. Di era informasi ini, tiap orang adalah produsen informasi. Tiap aktor sosial memiliki kapasitas yang setara dalam memberikan informasi yang dapat dinikmati oleh siapa saja, sepanjang yang bersangkutan mengizinkannya. Itulah sebabnya banyak orang menyebut layanan berbasis web 2.0, yang merupakan tulang belakang teknologi informasi ini, sering disebut sebagai social media, karena tiap orang menjadi memiliki kesempatan untuk menjadi media massa, sebuah produsen informasi massal di era terdahulu. Salah satu yang menarik perhatian untuk kehidupan social media di tanah air saat ini adalah layanan Twitter. Layanan yang memungkinkan pertukaran teks antar aktor sosial (client) yang dibangun berbasis layanan pesan singkat (SMS) dalam koneksitas internet oleh Jack Dorsey, Biz Stone, dan Evan Williams ini telah digunakan lebih dari 13 juta akun di mana orang Indonesia merupakan populasi terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat, Inggris, Brazil, Kanada, dan Australia. Baca lebih lanjut

Final AFF di Twitter!

Sepertinya “keramaian” di Twitter terkait putaran final AFF antara kesebelasan Indonesia vs Malaysia lebih dulu daripada di darat! Semenjak tanggal 20 Desember 2010, Twitter telah diramaikan oleh hampir 10.000 twit terkait pertarungan akbar yang seru ini, melalui hashtag #timnas, #GarudaDiDadaku, #InavsMal, #NurdinTurun, dan #PSSI, kita coba untuk melihat bagaimana kait-mengkait antara satu konsep dengan konsep lain sebagaimana ditunjukkan oleh masing-masing twit dari para tweeps di twitland.

Keterhubungan Konsep Semantis terkait Final AFF di Twitter

Baca lebih lanjut

Sumpah Pemuda 2010 di TwitLand

Semenjak tanggal 20 Oktober 2010, Fahira Idris, seorang superstar twitter Indonesia dan beberapa rekanannya meng-inisiasi sebuah jajak pendapat asosiasi bebas kepada follower-nya yang lebih dari 16000 akun twitter. Dengan menggunakan hashtag #28OktPoll, ia menanyakan kepada follower-nya, bagaimana kira-kira opini bebas mereka terhadap peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2010. Sebagai sebuah media sosial yang memang sedang sangat bertumbuh di Indonesia, animo pengguna twitter nasional cukup tinggi, ditambah agresifitas Fahira Idris sendiri yang menjemput bola, bertanya kepada banyak orang yang juga superstar twitter lain untuk memberikan jawaban bagaimana tanggapan mereka terhadap peringatan Sumpah Pemuda.

Sumpah Pemuda (atau dalam bahasa orisinilnya, Ikrar Pemuda) 28 Oktober 1928, merupakan sebuah tonggak penting dalam perlawanan bangsa Indonesia terhadap kolonialisme Belanda pada masa itu yang sudah lebih dari 3,5 abad. Sumpah Pemuda ini penting dalam sejarah Indonesia, karena pada peristiwa tersebut-lah kawula muda Indonesia dari berbagai penjuru geografi berkumpul dan mengikrarkan kebersamaan yang “membentuk” satu bangsa baru, bernama Indonesia, dengan lanskap geografi, tanah air Indonesia, di mana penduduknya berbahasa satu, bahasa Indonesia. Mengingat diversitas penduduk Indonesia, peristiwa ini menjadi sangat penting, karena di sinilah untuk pertama kali deklarasi perjuangan menuju kemerdekaan sebagai sebangsa dan setanah air dikumandangkan pertama kali.

Delapan puluh dua tahun kemudian, setelah enam puluh lima tahun proklamasi kemerdekaan, hal ini dicoba dikaji lagi. Bagaimana secara kolektif pengguna twitter kira-kira memaknai peristiwa Sumpah Pemuda 1928. Dari archiving atas hashtag #28OktPoll diperoleh lebih dari 1000 posting ke twitter. Kajian singkat ini coba merefleksikan jajak pendapat ini. Baca lebih lanjut

Iklan