Posts Tagged ‘ kompleksitas ’

#savejkt?

Seperti tulisan sebelumnya, topik kali ini pun berawal dari keisengan saat time line saya dipenuhi kicauan tentang Jakarta yang makin ruwet. Soal macet, banjir, sampah dan foke  mungkin kicauan umum para tweeps Jakarta. Ini jadi menarik ketika kemuakan itu kemudian terorganisir dalam hashtag #save jkt. Rupanya ‘sekelompok tweeple’ sedang menginisiasi sebuah gerakan sipil penyelamatan Jakarta di twitland. Kata “gerakan“ saja sudah sangat menarik bagi saya, apalagi diembel-embeli pemanfaatan twitter sebagai alat mobilisasi untuk tujuan politik: (mengutip seorang “sosiolog” RT@ sociotalker) “kita mencari kandidat (gubernur Jakarta) non parpol yang didukung warga..bukan parpol,parpol perlu kompetitor agar bs benahi diri”. Maka keisengan pun berlanjut menjadi sebuah laporan sederhana berikut.

Gambar 1: Network interaksi antar tweeple dalam #savejkt

Baca lebih lanjut

Iklan

Kebrojolan Tiki-Taka, di antara Der Panzer dan Samba

Satu bulan penuh mayoritas penduduk bumi dihibur oleh sajian orkerstra seniman-seniman bola yang berlaga di Piala Dunia 2010. Ada orkestra yang sederhana dan membosankan untuk ditonton. Ada juga orkestra yang mampu memacu adrenalin penonton dengan kejutan-kejutan dari keindahan gerak individu maupun kolektifitas sebuah tim. Siapa yang tidak terpesona ketika Messi ataupun Robinho menggoyangkan kakinya menembus jantung pertahanan lawan. Siapa yang tidak menghela napas kagum oleh aksi kolektif Xavi dkk yang memainkan bola dari kaki ke kaki. Orang bilang ini adalah gaya tiki-taka yang secara mekanistik juga dimainkan oleh Jerman. Baca lebih lanjut

Iklan