Posts Tagged ‘ social media ’

Polarisasi dalam demokrasi: dari ajang Idol-an ke Pemilu

Idealnya demokrasi berdiri di atas dua kaki: keberagaman dan permusyawaratan, yakni di satu sisi adanya penerimaan akan kekhasan setiap individu, dan di sisi lain adanya kesadaran dan upaya terstruktur untuk memfasilitasi terjadinya pertukaran pemahaman dan pemikiran yang beragam sedemikian sehingga perbedaan cara pandang dapat termoderasi dengan baik. Dalam kenyataannya permufakatan yang tunggal sulit  terwujud. Demokrasi modern menjadikan voting sebagai jalan untuk mencapai kesepakatan. Baca lebih lanjut

Iklan

KADO yang TELAT

Setiap orang memiliki hari kelahiran. Tidak hanya kelahiran manusia yang dirayakan, merayakan hari lahirnya suatu institusi, organisasi maupun negara menjadi tradisi yang terus diulang setiap tahunnya.

Pendeknya, memperingati hari saat dimulainya kehidupan seseorang di dunia merupakan hal yang jamak, bukan hanya  saat ini tapi sejak dahulu kala. Sejak kapan? Yang pasti hal ini tentu terkait dengan masa dimana manusia mulai bisa memberikan tanda pada hari-hari dalam kehidupannya, dan menjalani kehidupan dalam siklus waktu yang tetap berdasarkan kalender atau apapun itu yang menjadi penandanya. Bayangkan saja, bagaimana mungkin mengucapkan selamat ulang tahun pada seseorang yang usianya seumur dengan pohon mangga di samping rumah? Ini seperti cerita orang-orang tua dulu yang kelahirannya ditandai dengan penanaman pohon mangga. Baca lebih lanjut

“The Science of Twitter”

Saat ini merupakan masa perayaan interaksi antar orang dari perjalanan panjang evolusi spesies kita di planet ini. Mungkin tak ada masa di mana orang begitu terkoneksi satu sama lain dalam hal komunikasi selain pada masa sekarang ketika hampir tiap orang terkoneksi ke sebuah penyelia jasa telekomunikasi. Di era informasi ini, tiap orang adalah produsen informasi. Tiap aktor sosial memiliki kapasitas yang setara dalam memberikan informasi yang dapat dinikmati oleh siapa saja, sepanjang yang bersangkutan mengizinkannya. Itulah sebabnya banyak orang menyebut layanan berbasis web 2.0, yang merupakan tulang belakang teknologi informasi ini, sering disebut sebagai social media, karena tiap orang menjadi memiliki kesempatan untuk menjadi media massa, sebuah produsen informasi massal di era terdahulu. Salah satu yang menarik perhatian untuk kehidupan social media di tanah air saat ini adalah layanan Twitter. Layanan yang memungkinkan pertukaran teks antar aktor sosial (client) yang dibangun berbasis layanan pesan singkat (SMS) dalam koneksitas internet oleh Jack Dorsey, Biz Stone, dan Evan Williams ini telah digunakan lebih dari 13 juta akun di mana orang Indonesia merupakan populasi terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat, Inggris, Brazil, Kanada, dan Australia. Baca lebih lanjut

Iklan